My precious …………time

my preciousOktober 2013, tepat setahun yang lalu, saya masuk lab Penyakit Dalam. Selama koas, kami melalui berbagai bagian atau laboratorium sebagai syarat kelulusan. Salah satu lab yang menjadi momok para koas adalah Ilmu Penyakit Dalam (Interna disingkat IPD). Sebagai ilustrasi, kebanyakan (baca:semua) penyakit yang ada hubungannya dengan organ dalam maka larinya ke IPD. Setiap dokter muda (koas) diharuskan melalui lab ini dalam waktu tiga bulan. Selama itu juga, kegiatan saya berpusat di Rumah Sakit dan jarang pulang.

Sebelum masuk koas saya sempat latihan begadang. Beberapa bulan menuju koas, saya latihan tidur di atas jam 12 dengan baca buku atau nonton. Lama kelamaan, rasanya terbiasa tidur larut dan yakin kalau begadang pas koas adalah pekerjaan enteng. Dua hari setelah masuk IPD dan “I was completely wrong“. Di bagian lainnya (kecuali Surgery) saya bisa istirahat sebentar saat malam. Kalau tidak ada pasien baru atau observasi biasanya saya bisa memejamkan mata sebentar dan mimpi indah. Saat IPD, saya bisa sama sekali gak tidur. Duduk sambil naruh kepala aja kadang gak sempat.

KKM IPD di RSSA/FK Brawijaya adalah pembelajaran klinik selama 12 minggu. Sehari – hari saya dan koas lainnya stase di bangsal, kegiatan poliklinik, dan jaga. Yang terakhir disebut adalah yang paling buat kami gigit jari. Jaga malam wajib dilakuin setiap tiga hari. Kalau jaga hari Senin maka selanjutnya Kamis dst. Saat jaga, kami menerima pasien rawat inap baru di bangsal, membuat status lengkap, dan observasi hingga besok paginya. Seorang koas IPD yang lagi jaga kegiatannya bisa dirangkum: Datang Senin jam 04.30, stase bangsal/poliklinik/ilmiah sampai 16.00, operan jaga 18.00, Jaga sampai besok paginya, lanjut stase bangsal/poliklinik/ilmiah dan operan sampai 18.00, sampai rumah Selasa jam 19.00 dan TEPAR di kasur.

lineKeterangan: perhatikan waktu percakapan (sampai pagi) dan kemiskinan isi konten 😛

Keadaan saat jaga yang tidak bisa dipakai istirahat membuat saya sengaja curi – curi waktu buat tidur. Jeda sedikit, pastilah saya gunakan untuk taruh kepala. Waktu kosong di siang hari adalah hal yang sangat berharga buat saya. Kalau dalam film LOTR ibaratnya Gollum yang pikirannya hanya tertuju pada My Precious. My precious time..

Jaga yang bagi kami merupakan suatu momok menakutkan lama kelamaan dapat dijalani dengan menyenangkan. Keadaan senasib sepenanggungan ini membuat kelompok kami semakin teruji kekompakannya. Walaupun capek, kami selalu saling bantu jika ada teman yang kesulitan mengerjakan sesuatu. Pelajaran penting lainnya yang bisa saya ambil dari jaga ini adalah bahwa sekarang saya bisa tidur dimana saja. Jadi jangan heran kalau suatu saat ketemu koas yang ketiduran di halte, restoran, atau tempat belanja. Semua pasti ada manfaat dan berkah di baliknya.

*Koas IPD angkatan 2009 periode Oktober – Januari 2014

koas kece

Iklan

5 pemikiran pada “My precious …………time

  1. Hahaha… Kocak banget sampe latihan begadang…. Aku jg gitu tuh, di masa2 stress atau krisis menjelang ujian, line isinya stiker2 frustasi.. Gak usah pakai banyak kata, satu stiker sudah menggambarkan segalanya.. Haha.. Semangat yaaa.. ✊

    • Kalau jaman ujian malah tambah stres dan bingung mbak haha, namanya mahasiswa (apalagi aku) ujiannya kapan aja tetep ga siap. Makasih kunjungannya mbak, good luck juga mbak 😀

  2. Wah seru sekali ya kisah koasnya, mirip sekali dengan pengalaman yang saya rasakan..sukses selalu ya koasnya, semoga bisa dapat precious time walau sibuk nge koas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s