Fast Reading

airport bookstore Kebiasaan yang pasti saya lakukan kalo lagi nungguin keberangkatan adalah keliling muterin stand bandara. Most of time, saya cuma keluar masuk toko tanpa beli apa – apa karena yang semua orang udah tahu: harga barang di bandara itu mahal. Yang jadi favorit saya (selain toko makanan tentunya) adalah toko buku. Kalo lagi ke Juanda contohnya, saya selalu nyempetin buat ke Periplus ngeliat buku – buku berbahasa Inggris yang baru aja rilis. Pas ngeliat buku – buku berbahasa Inggris itu, saya jadi keinget perkataan dosen saya yang bilang bahwa kebiasaan beliau kalo naik pesawat adalah “Beli buku berbahasa Inggris di bandara lalu dibaca sampai habis di pesawat”.  Dengan begitu selain mengasah kemampuan bahasa kita juga terbiasa membaca dengan cepat. Semakin sering naik pesawat, semakin banyak buku yang dibaca. Awalnya saya (yang  termasuk slow reader) berpikir kalo hal ini sulit dilakuin. Bisa sih kalo misalnya flightnya dari Eropa sampai ke Jepang yang mencapai belasan jam penerbangan. Setelah mikir dan melamun cukup lama, akhirnya saya membeli buku juga buat dibaca di pesawat. Targetnya: harus sudah selesai pas nyampe tujuan. Berputar- putar sebentar dan pilihan saya jatuh pada Manuscript Found in Accra nya Paulo Coelho yang barusan rilis.  Jadilah saya, dengan ransel di punggung dan buku baru-nya Paulo Coelho di tangan, naik pesawat jam lima sore dari Surabaya tujuan Lombok. buku baruMembaca di dalam pesawat ternyata enak juga. Ngeliat pemandangan di atas awan dari luar jendela dan dengan penerangan kalem yang nggak menyilaukan mata semakin membuat pengalaman ini menyenangkan. Penerbangan ke Lombok hanya satu jam, saya yang awalnya ingin menyelesaikan bukunya saat sampai tujuan semakin realistis dan mengubah target yaitu menikmati apa yang ada. Enjoying the moment, saat itu mata saya pun teralihkan pada terbenamnya matahari dibelakang silhouette gunung Rinjani yang ditutupi awan.  Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Buku yang baru saya beli itu terbaca baru separuh dan akhirnya selesai di sela – sela liburan saya dengan keluarga. Saya pun merasa kalau apa yang dosen saya lakukan itu tidaklah mustahil dan patut dicoba. Tidak perlu juga terburu – buru melakukan sesuatu termasuk membaca. Good book, good company, good moment, what else matters?

My favorite quote:

quote

Iklan

3 pemikiran pada “Fast Reading

  1. Menurut saya jadikan membaca itu seperti kebiasaan kecil yang sering kita lakukan dimanapun kita berada. Entah itu sedang menunggu bus. Menunggu kereta. Menunggu flight. Entah itu sedang menikmati matahari terbenam di taman. jadikan kebiasaan membaca itu seperti rutinitas kecil layaknya kita menghisap rokok, menikmati kopi, atau apapun itu. Salam kenal 🙂

  2. Saya suka sekali dengan quote terakhir anda, “Good book, good company, good moment, what else matters?”

    Sangar setuju!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s