Pura – pura sekarat

cartoon

Pria umur 23 tahun dibawa ke IGD tempat anda bekerja setelah mengalami kecelakaan sepeda motor dengan truk. Pasien mengalami trauma di kepala dan dada, luka terbuka daerah paha kiri, tidak sadarkan diri serta hanya berespon dengan rangsang nyeri. Apa yang anda lakukan? Go….

Pertanyaan di atas adalah salah satu pertanyaan ujian Advanced Trauma Life Support (ATLS) yang diadain di RSSA Malang beberapa waktu lalu. Ujian ATLS ini ditujukan buat para dokter umum yang mengambil sertifikat ATLS yang berlaku selama tiga tahun. Memiliki sertifikat ini berarti seorang dokter telah ‘diakui’ siap mengambil tindakan kegawatdaruratan terutama yang hubungannya dengan trauma.

Konsep pelatihannya yaitu peserta diberikan kuliah dan beberapa hari kemudian diujikan. Ujiannya ada beberapa station dengan kasus yang berbeda. Setiap station dilengkapi dengan segala macam alat life support seperti infus, jarum, cervical collar (buat stabilisasi leher kayak di film – film), berbagai macam obat, hingga alat pembedahan. Semuanya asli tapi saat ujian alatnya cuma pura – pura dipake. Tiap station juga ada penguji yang merupakan dokter spesialis Bedah/ Orthopedi di rumah sakit penyelenggara. Selain penguji tentunya tiap ruangan juga ada korban kecelakaannya..

Stationnya kira – kira mirip ini.

ruang ujian

Terus pas ada pelatihan gini saya jadi apa? Beda dengan gambar di atas, ujian kemaren korbannya orang sungguhan. Yaak bener, saya yang jadi korbannya 😀 .  Saat pelatihan, koas lab bedah diminta jadi korban yang sedang sekarat. Kita disiapin mulai dari hal yang harus dilakuin sampe make-up session biar keliatan kayak orang yang abis kecelakaan. Kebanyakan dari kita diminta akting kesakitan terus tiba – tiba gak sadar. Kebetulan saya jadi korban tabrakan yang ada luka di kepala, dada, sama paha. Scriptnya : pura – pura ga sadar dan sesekali mengerang kesakitan. Untung bukan yang aneh – aneh..

Selama dua jam saya ngeliat bagaimana para peserta dibantai oleh penguji yang super kejam (lebay). Pesertanya yang notabene dokter lulusan baru keliatannya cukup siap buat ujian tapi emang dasar pengujinya yang agak usil terkadang soalnya dibuat aneh – aneh. “Abis itu gimana? Alasannya kamu kasih itu apa? Baca dimana lo?”. Waduh saya aja belum pernah tau yang begituan dook (bathinku).  Lucunya waktu peserta nya disuruh periksa dada saya semuanya kebingungan soalnya saya disuruh nahan napas sama pengujinya sambil dada nya diangkat. Jadi keliatannya dada saya ngembang tapi pas didengerin gak ada suaranya. Aneh soalnya korbannya (saya) kan orang sehat. Dasar usil hahaha.

Acara ini diakhiri sekitar jam satu dengan makan – makan. Selain dapet makan gratis, itung – itung saya juga dapet ilmu. Kalo kata ketua panitianya sih, “Kalian selain jadi korban juga sekalian ‘curi’ ilmu”. Lumayan kan?

korban1 luka robek

  korban2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s