Can We Believe a Based on True Story Movie?

true story

Film dengan tagline ‘based on true story’ adalah salah satu jenis film yang sangat populer di kalangan pecinta film. Film jenis ini seringkali sukses merebut hari penonton dengan ceritanya yang unik, hangat dan terkadang ringan. Film – film seperti The King’s Speech bahkan mampu berjaya dalam Academy Awards hingga produsen film lainnya berlomba untuk membuat film sejenis. Semakin maraknya film jenis ini, semakin timbul pertanyaan pula bahwa apakah benar film ini berdasarkan kejadian nyata? Apa saja yang perlu kita ketahui tentang jenis film ini?

taglineThe Benefits Kisah yang ditampilkan dalam film jenis ini biasanya mudah dicerna karena berdasarkan kisah nyata. Sebab akibat dari suatu kejadian terkadang tidak sedramatis film jenis lainnya. Pecinta  film ini sering berpendapat bahwa mereka menyukainya karena kejadian dalam film mungkin saja terjadi padanya dan hal ini membuat cerita film semakin terlihat rasional. Bagi yang kurang suka ‘belajar’ sejarah, film based on true story bisa saja menjadi cara yang asyik mempelajari kejadian masa lalu.

People tend to like stories that might happen to themselves because in the real life there is no real protagonist

The Facts Film adalah media yang sangat dinamis untuk menyampaikan pesan. Terkadang pembuat film sengaja mengubah fakta agar sesuai dengan alur cerita. Ini adalah salah satu kekurangan film kisah nyata. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang film berdasarkan kisah nyata

  • christmas card dari The blind sideDari segi istilah, terdapat dua perbedaan yaitu ‘based on true story’ dan ‘inspired by true events/story’. Film dengan tagline ‘based on true story’ biasanya tetap mempertahankan setting, cerita serta karakter asli, sedangkan untuk jenis film kedua lebih menekankan pada imajinasi pembuat film. Contoh ‘inspired by true events’ adalah Titanic (1997) yang memang benar – benar tenggelam namun karakternya adalah hasil imajinasi filmmaker.
  • Masalah hak cerita kadang menjadi kendala. Pembuat film kisah nyata haruslah yakin bahwa hak menggunakan cerita adalah benar benar jelas mengenai pembagian keuntungan dan sebagainya. Sebagai contoh dalam pembuatan The Terminal (2004) pihak studio membayar $250.000 kepada Merhan Nasseri untuk menggunakan cerita biografinya.

tom hanks the terminal

into the wild poster

  • Karena masalah hak cerita juga, biasanya film kisah nyata mengalami double adaptation yaitu kisah nyata dibuat ke dalam novel lalu dibuat filmnya. Film seperti ini contohnya Into The Wild, Goodfellas, hingga 127 Hours.
  • Berdasarkan liputan Cord Jefferson pada Motion Picture Association of America (MPAA), tidak ada jaminan dan kriteria khusus untuk membuktikan apakah film kisah nyata benar benar terjadi atau tidak. Tidak ada suatu badan pengawas akan hal itu. Tagline based on true story adalah murni untuk promosi dan bukan tanggung jawab MPAA apabila suatu film memutar balikkan fakta yang ada.
  • Berdasarkan Hollywood.com lima film kisah nyata teratas yaitu The Exorcist, Saving Private Ryan, Almost Famous, Goodfellas, dan Boogie Nights. What’s your favorite?

Dengan semakin maraknya film film ber tagline ‘based on true story’ kita sebagai pecinta film haruslah lebih berhati hati dalam mencerna fakta yang ditampilkan. Terlepas dari itu, karena memang hanya sebuah film tidak ada salahnya jika kita menikmatinya juga ‘hanya’ sebagai tontonan yang menyenangkan.

filmmaking

Sumber :

Hollywood.com

Cord Jefferson – Based on true story is a rotten lie i hope you never believe

Artwork from en.lafraise.com and collider.com

Iklan

33 pemikiran pada “Can We Believe a Based on True Story Movie?

  1. Yang Blind Side bagus banget itu Arya..aku suka…menurut aku, ga apa-apa sih kalau cerita di kisah nyatanya diubah dikit biar sesuai sama alur yang di film…selama itu ga menghilangkan atau mengurangi pesan moral dari film itu sendiri…yang penting mah kita enjoy ajjjahhh nontonnya Arya yaaa…hihiii…:-D

  2. klo ada The Exorcist, almost famous and Boogie Nights berarti maksudnya based on a true story tuh cerita dasarnya doang kan yak?
    soalnya setau ane karakter utama ibu-anak di The Exorcist berdasarkan Shirley MacLaine & anaknya, yg sobatan sama si penulis novel The Exorcist..

  3. kadang nggak merhatiin apa itu film based on true story apa nggak. tapi emang, misalnya film itu bagus, dan ternyata based on true story, itu jadi nilai +++ buat film itu sendiri.

    kalau menurutku sih, catch me if you can itu based on true story yg keren. kebayang aja di dunia benerannya kayak apa :))

  4. hehe iya nih amanda, dari tagline aja udh menarik, biarpun ceritanya agak kurang tapi pas di akhir biasanya ada kaya caption, sekarang si tokoh telah hidup bahagia dsb jadinya bagus aja hehe

  5. movie with tagline “based on true story” is movie which is not confident and a little bit uncreative…..

    Come on !!! there’s bunch of creative tagline out there, even KK Dheraj used this tagline…

    • especially a based on true story horror slash thriller movie. come on man it’s a horror movie! how can it be a true story if it’s a supernatural thing (it couldn’t be a hundred percent true).
      Btw, I recently read your movie blog, nice one bro, keep the good job

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s