How To Make a Novel Adaptation Into Film

cover perahu kertas

Film Perahu Kertas yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Dewi Lestari akhirnya tayang di bioskop nusantara. Animo masyarakat (termasuk saya) terbilang cukup tinggi atas penayangannya. Kisahnya tentang hubungan Kugy (Maudy Ayunda), seorang mahasiswa Sastra yang bercita-cita menjadi penulis dongeng, dengan Keenan (Adipati Dolken) seorang pelukis berbakat yang dipaksa mengikuti jejak ayahnya. Baik novel maupun filmnya memiliki daya artistik dan visual yang sangat kental. Terkadang mengadaptasi novel ke media film sangatlah sulit untuk dilakukan. Tugas berat menanti seorang sutradara dan screenwriter yang ingin merealisasikannya. Berikut beberapa hal tentang proses adaptasi tersebut..

novelThe Background. Proses adaptasi novel sudah sangat populer di dunia perfilman sejak 80 tahun yang lalu. Banyak film yang sukses besar baik dari segi finansial maupun penghargaan. Keuntungannya adalah film tersebut sudah memiliki fanbase dari pembaca novel setianya. Banyak juga yang beranggapan negatif jika apa yang digambarkan dalam film ‘berbeda’ dengan novelnya baik dari segi karakter, setting, atau yang paling parah jalan cerita. Novel yang bisa terdiri dari ratusan halaman ‘harus’ dimampatkan ke dalam sebuah film yang berdurasi tidak lebih dari tiga jam. Novel dan film merupakan dua media seni yang sangat berbeda, yang satu tulisan dan yang lainnya visual, sama halnya dengan lukisan dan fotografi.

 Novels and screenplays can be very different creatures. Novels can wander, flow, reverse, drift – it’s a legitimate part of their charm. But if a screenplay did any of these things it would probably get thrown in the recyling box pretty quickly.

How to Make an Adaptation. Beberapa hal di bawah ini dilakukan oleh hampir semua orang dalam pembuatan film adaptasi. Adaptasi itu tidaklah harus berupa satu novel utuh dan bisa saja diterapkan jika kita ingin mengutip sedikit saja adegan untuk membuat film singkat misalnya.

1. Choose the novel to adapt. Pilihan pada umumnya novel yang sangat disukai, novel that we love not like. Ada juga pembuat film yang sengaja memilih novel ‘jelek’ untuk dijadikan film. Novel yang memiliki dialog yang padat lebih mudah dibuat script daripada novel yang kebanyakan isinya berupa narasi pikiran tokohnya. . Setting yang modern tentunya lebih mudah ketimbang setting kuno ratusan tahun yang lalu.think out of the box

2. Write out detail of the vision. Tema, nada bicara tiap karakter, serta detail setting juga harus diperhatikan. Adaptasi filmnya apakah akan dibuat semirip novel ataukah akan diubah sesuai kreatifitas pembuat film.

3. Determine the plot and key scenes. Ini penting terutama dalam hal pada bagian apa film akan dimulai. Terkadang sebuah film dimulai di tengah novel, pada konflik yang cukup menyita perhatian, atau ada juga pembuat film yang sengaja berkreasi menciptakan opening yang sangat berbeda dengan novel. Dalam penentuan plot haruslah disesuaikan dengan durasi film keseluruhan. Kejadian – kejadian yang kurang berhubungan dengan jalan cerita biasanya tidak dimasukkan dalam film.

4. Concentrate on the characters. Karakter utama yang kuat dieksplor dan yang kurang penting dibuang. Biasanya pembuat film membuat suatu monolog bagi masing – masing peran agar karakternya hidup. Secara detail dikreasikan bagaimana karakter tersebut berbicara, berpikir, apa cita – citanya, kesukaan, apa yang dibenci, lifestyle, relationship dan sebagainya.

5. Know the source. Terkadang terjadi kendala dalam hal copyright novel. Prosesnya bisa berlarut – larut terutama pada novel – novel lama yang jejak kepemilikan hak ciptanya sulit ditelusuri. Sebagai pemula, jika ingin membuat adaptasi sebaiknya menggunakan cerita – cerita yang bisa diakses secara bebas. Pembuat film haruslah banyak membaca dan menganalisis film adaptasi sebelumnya jika ada untuk mendapat sudut pandang berbeda.

'To Kill a Mockingbird' sukses difilmkan

'The Golden Compass' gagal secara kualitas

Itu tadi beberapa hal mengenai adaptasi novel. Membuat film dari novel tidaklah mutlak menuai sukses. Ada juga film – film yang malah gagal total dan tidak dilanjutkan sekuelnya. Semua tergantung pembuat film dan kualitas novel yang akan difilmkan. Di Indonesia sendiri, sudah banyak sineas yang bisa dibilang mumpuni melakukan adaptasi ini.

Source:

Ten Things About Adaptations – Screen Writing Goldmine

Ehow.com

Adapting Novel Into Screenplay – Rachel Shirley

 

Iklan

15 pemikiran pada “How To Make a Novel Adaptation Into Film

  1. banyak yang bilang perahu kertas mengecewakan yak? aku sih belum nonton tapi pada dibilangin gitu jadi ragu mau nonton. padahal novelnya lumayan bagus.

    novel ke film emang ada pro kontra. baru nemuin dua yang lebih bagus film daripada novelnya. the godfather sama LOTR …

  2. Novel-novel yang pernah saya baca lalu diangkat menjadi , beberapa ada yang kurang dari harapan. Mungkin karena awalnya baca novel dan masing-masing orang udah punya interpretasi sendiri-sendiri dan ketika diangkat ke layar lebar ternyata tidak sesuai dengan interpretasi tersebut….
    Sedikit setuju kalau perahu kertas mirip FTV. Tapi ada beberapa hal yang bikin beda…
    Oya, makasih nih info soal adaptasi film =D

  3. ane sih biasanya mncoba menikmati film sbg film yg berdiri sendiri dri novelnya,
    tapi ya emang klo ane tau and pernah bca novelnya..rasanya hati ane gedek sendiri pas nonton klo ga sesuai,hahaha
    apalagi klo ada kejadian ato momen penting yg diilangin,

      • haha–ya salah berapanya ya Harry Potter series ntu….terutama mungkin HP 5 kali ya..bnyak hal yg beda,imho
        and yg ane paling concern sebenernya pas pertempuran di kementerian tuh…bda bgt…
        mana disitu Belatrix sempet takluk sama Harry, padahal klo di buku kan Harry yg ngumpet di blakang patung pas diserang Belatrix..(waduh..malah curhat!)

        yg bgus yg ke-3…ada yg beda emang dari buku,tapi ga crucial ..dan yg lbh penting ni seri bner2 bisa dinikmati sndiri sebagai sebuah ‘film’…

    • yup bener 100 persen bro, yang order phoenix itu bener2 pinginnya sutradara, banyak yang gak dimasukin, ga bisa diprotes juga soalnya JK Rowling juga udh setuju kalo jadinya kaya gitu. Pertempuran Hogswart (ketujuh) baru bener2 setuju kalo diubah dari novelnya

      • bener banget ampe gatel mulut ane waktu liat Order of Phoenix, ya emang sih bukunya juga paling tebel,tapi apa yg dilakuin Yates terlalu mengganggu ane..hahahaha
        trus ane mau protes juga penampakan centaurusnya..kok ga sebagus yg di seri pertama..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s