Review : Prometheus (Bhs Indonesia)

poster vintage

Tanggal 6 Juni 2012 lalu, Prometheus tayang perdana di Indonesia, dua hari lebih dahulu dari tanggal penayangannya  secara worldwide. Film ini disutradarai oleh Sir Ridley Scott, pembuat film Alien (1979), sang master film bujet besar dan megah. Film ini menandai comeback nya menyutradarai francise Alien setelah vakum selama 33 tahun. Beberapa nama besar turut ambil bagian dalam proyek ini, diantaranya Noomi Rapace, Michael Frassbender, Charlize Theron, Idris Elba, Guy Pearce, dan Logan Marshall-Green. Film ini ditujukan sebagai prequel film Alien yang untuk pertama kalinya tidak menggunakan kata “Alien” di judulnya.

Kata Prometheus berasal dari mitologi Yunani yaitu pelayan dewa-dewi yang mencuri dan membagikan berkah besar bagi manusia berupa api  yang penting bagi kehidupan

*

Image

  •  Plot and Summary

Prometheus menceritakan tentang upaya suatu tim ekspedisi untuk mencari asal usul kehidupan yaitu dengan kata lain mencari sang Pencipta (mereka menyebutnya sebagai The Engineer). Film ini dimulai dengan adegan seorang ‘mahluk’ luar bumi yang akan melakukan ritual bunuh diri di atas sebuah tebing curam. Mahluk putih, tinggi besar, yang mirip manusia ini, meminum suatu ramuan yang dengan cepat menghancurkan tubuhnya hingga ke bagian terkecilnya – DNA. Ia kemudian terjatuh ke dalam pusaran air jauh di bawah tebing dan adegan pun berpindah ke planet Bumi. Dikisahkan pada akhir abad ke 21 suatu tim ekspedisi yang dipimpin oleh Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) menemukan gugusan bintang yang secara signifikan terdapat dalam semua kebudayaan peradaban dunia mulai dari bangsa Aztec, Mesopotamia, Magdalenia, dan lainnya. Ia dan pasangannya Charlie Holloway (Logan Marshall-Green) meyakini bahwa gugusan bintang ini merupakan asal usul kehidupan manusia. Melalui pendanaan Weyland Corp. dipimpin oleh Peter Weyland yang sedang sekarat (Guy Pearce), proyek pencarian “planet asal usul” ini pun dilakukan. Dengan menggunakan pesawat luar angkasa yang diberi nama Prometheus, mereka melakukan ekspedisi ke planet tersebut dalam waktu dua tahun lebih. Dalam perjalanannya seluruh tim dibuat tidur dalam suatu wadah modern dan dijaga oleh sebuah robot android multi fungsi bernama David (Michael Frassbender). Ketika hampir sampai di tujuan, seluruh tim dibangunkan dan dimulailah ekspedisi ini. Tim ini diketuai oleh Meredith Vickers (Charlize Theron) seorang wanita anti sosial dingin yang menjalankan tugasnya secara perfeksionis. Sebagai pengemudi Prometheus terdapat Kapten Janek (Idris Elba), Chance, dan Ravel. Tim ekspedisi terdiri atas Dr. Shaw, Dr. Holloway, ahli biologi bernama Millburn (Rafe Spall), dan seorang ahli geologi eksentrik bernama Firfield (Sean Harris). Setelah memasuki atmosfer, mereka mendarat tepat di luar suatu struktur bangunan kubah berbentuk mirip muka manusia yang mereka yakini sebagai suatu “makam” pencipta. Tim ekspedisi ini memasuki kubah itu dengan baju luar angkasa lengkap dan ternyata di dalam kubah tersebut mereka bisa bernapas layaknya di bumi. Petualangan mencengangkan pun dimulai. Di tengah pencariannya mereka dihadapkan dengan musuh yang lebih kompleks dari yang mereka bayangkan. Apakah itu? Bagaimana akhir ekspedisi tersebut? Apakah alasan sebenarnya misi ini dijalankan? Dapatkah mereka bertemu dengan sang Pencipta? Temukan jawabannya dengan menyaksikan filmnya di bioskop kesayangan anda.

*

Image

Holloway, Shaw, and David inside the doom

Image

Prometheus

  • The Standouts and Pros

Wow, adalah kata pertama yang keluar dari mulut saya sejak menonton Prometheus dari awal. Pengambilan gambar dilakukan dengan teknik 3D, memberikan sebuah detail yang sangat mencengangkan terhadap dunia dalam Prometheus. Credits for Ridley Scott yang terbilang berhasil membuat suatu dunia ekstraterestrial penuh misteri yang akan membuat kita bertanya tanya hingga akhir. Akting pemainnya pun patut diacungi jempol. Tidak ada satu karakter pun yang sia sia. Semua mengambil bagian yang sama terhadap kesuksesan film ini. Akting Michael Frassbender sebagai sebuah android “pembantu” menurut saya sangat luar biasa. Ia tidak memiliki emosi, ia bukan manusia, semua gerakannya kaku layaknya sebuah robot yang sengaja diprogram untuk itu. Noomi Rapace juga luar biasa. Ia memerankan tokohnya dengan penuh penjiwaan. Seorang doktor muda dengan kenangan pahit masa lalu yang berusaha menemukan hakikatnya sebagai manusia. Charlize Theron dan aktor lainnya juga berperan penting sebagai aktor pendukung film ini. Cerita dan alur yang diusung menurut saya juga sangat baik. Anda akan dibuat tegang dari awal film ini. Walaupun tidak semencekam film Alien lainnya, sisi horror film ini bisa dibilang cukup membuat bulu kuduk anda berdiri. Dialognya solid, tidak ada percakapan yang sia-sia. Bagi anda yang menyukai genre misteri, anda akan dengan mudah terpikat dengan film ini.

Elizabeth Shaw: My God, we were so wrong..

  • The Cons

Suspense yang disajikan dalam film ini menurut saya kurang. Antagonisnya tidak seperti tokoh alien yang melegenda dan kurang memiliki kemampuan membunuh yang mematikan. Seperti layaknya film yang mempertanyakan tentang asal usul dunia pada umumnya, kita harus dengan bijak mencerna pesan-pesan yang ada di dalamnya. Film ini sedikit mengandung kontroversi dengan menyatakan bahwa kita ‘tidak’ diciptakan oleh Tuhan yang kita kenal. Akhir yang terkesan sedikit mengambang membuat kita berspekulasi bahwa akan ada sekuel dari film ini.

  • Is It Worth It

Absolutely, no doubt, saya sangat merekomendasikan anda untuk melihat film ini, terutama bagi anda yang menyukai film-film misteri. Sangat sayang jika film yang berpotensi sebagai kuda hitam box office ini anda lewatkan. Saya akan memberi 4 bintang dari 5 untuk film ini.

Prometheus 4 stars out of 5

Iklan

10 pemikiran pada “Review : Prometheus (Bhs Indonesia)

  1. gue kayaknya pernah nonton dengan kisah yg hampir mirip, tapi lupa judulnya…
    settingnya di pelanet mars ( mengacu pada kubah yg mirip muka manusia), endingnya salah satu tokoh pemerannya memutuskan masuk kapsul yg mirip sperma manusia dan menjelajah ruang angkasa ( tul gak ?)

  2. ‘Seperti layaknya film yang mempertanyakan tentang asal usul dunia pada umumnya, kita harus dengan bijak mencerna pesan-pesan yang ada di dalamnya.’

    sepikiran deh kesimpulannya.. 😉

  3. ada yang aneh di film prometheus. prometheus dikisah kan tentang dunia di masa depan dan asal usul alien terbentuk
    tapi ketika saya melihat film Alien vs Predator itu si set pada masa kini

    aneh nya Alien itu baru teripta di masa depan tapi dalam film alien vs predator kenapa sudah ada di masa kini
    apa mungkin si Alien menggunakan mesin waktu untuk balik ke jaman masa kini?

    mungkin disini juga ada yang pernah menonton alien vs predator yang bersetting dunia pada masa kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s