Review : Snow White and The Huntsman (Bhs Indonesia)

artwork snow white
Snow White and The Huntsman adalah fim pembuka blockbuster untuk bulan Juni. Film ini disutradarai oleh Rupert Sanders dan diangkat dari cerita folklore dari Jerman oleh Brothers Grimm. Beberapa nama besar terlibat dalam film ini : Kristen Stewart, Charlize Theron, Chris Hemsworth, Ian McShane, dan Sam Claflin. Promosi film ini bisa dikatakan cukup megah. Dari trailer hingga poster semuanya memuat sosok Snow White yang berbeda dari legendanya. Kali ini Snow White digambarkan ‘siap bertempur’ dan tentunya akan menimbulkan pertanyaan bahwa apakah ini akan menjadi film biopic meniru Lord of The Rings. Menarik juga melihat akting Kristen Stewart post-Twilight yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai aktris poker face.
Sejak tahun 1902 Snow White telah difilmkan sebanyak 18 kali termasuk Mirror Mirror (Lily Collins, Julia Roberts) yang dirilis tiga bulan sebelum film ini ditayangkan.
  • Plot and Summary

Film ini mengikuti alur cerita aslinya namun berusaha memberikan penonton sebuah sajian berbeda berupa biopic Snow White, seorang gadis cantik petarung tidak seperti pada cerita sebelumnya (digambarkan sebagai gadis lugu dan lemah lembut). Snow White (Kristen Stewart) adalah anak dari Raja Magnus (Noah Huntley) dan Ratu Eleanor (Liberty Ross). Snow White kecil berteman baik dengan pangeran Williams (Sam Claflin) putra Duke of Hammond. Ratu Eleanor diceritakan sering sakit sakitan dan akhirnya harus meninggal ketika Snow White baru berumur tujuh tahun. Diliputi kesedihan yang mendalam Raja Magnus berusaha menutupi kehilangannya dengan menginvasi kerajaan kerajaan lainnya. Suatu saat ia berhadapan dengan sekelompok prajurit ‘bayangan’ yang tidak lain adalah siasat Ravenna (Charlize Theron) mengambil hati raja. Ia berpura pura sebagai tawanan dan melalui sihirnya, raja langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Keesokan harinya mereka menikah dan akhirnya Revenna menjadi ratu kerajaan. Dengan bantuan saudara lelakinya Finn (Sam Spruel), Ravenna melancarkan kudeta dan membunuh raja saat malam pertama dengan alasan bahwa pria hanya melihat ‘kecantikan’ seorang wanita dan selalu menyakiti hatinya. Kudeta besar dilancarkan dan semua orang dibunuh. Prince William kecil berhasil lolos namun secara dramatis ia tidak bisa menolong Snow White. Snow White akhirnya ditawan di atas menara dan kerajaan pun mulai mengalami kehancuran. Revenna dengan bantuan ‘magic mirror’ menangkap seluruh gadis muda di kerajaan dan ‘menghisap’ kecantikannya agar bisa tetap muda.

Lima belas tahun kemudian, cermin ajaib memberitahu bahwa telah ada seorang wanita yaitu Snow White dengan kecantikan dan keluguannya dapat menghancurkan mantra awet muda Revenna dan satu satunya cara mencegah hal itu adalah dengan memakan ‘jantung’ snow white. Snow White dewasa yang telah merasa akan dibunuh mengikuti petunjuk dua ekor burung merpati untuk berusaha meloloskan diri. Terjadi beberapa adegan seru ketika Snow White berusaha melarikan diri dari kerajaan. Akhirnya Snow White bisa melukai Finn (utusan Revenna) dan kabur ke dalam hutan terlarang. Revenna yang mengetahui rencananya gagal murka dan menyuruh Finn mencari seseorang untuk mencari snow white ke dalam hutan. Dipilihlah the Huntsman (Chris Hemsworth), seorang duda pemabuk yang dijanjikan akan dihidupkan kembali istrinya oleh Revenna. Petualagan pun dimulai. Huntsman yang tidak tega membunuh Snow White akhirnya mengajarkan beberapa teknik bertahan hidup dan mengikuti Snow White merencanakan pemberontakan. Dikejar kejar oleh pasukan Finn, mereka berdua melewati hutan terlarang masuk ke dunia fairy tale ala Alice in Wonderland dan bertemu dengan delapan kurcaci. Menarik disini karena di legenda hanya ada 7 kurcaci. Kurcaci ini membantu mereka menyusun rencana dengan pangeran Williams dan pasukan duke of Hammond untuk merebut kerajaannya kembali. Banyak kisah peperangan disini yang mengingatkan kita pada biopic LOTR. Apakah rencana mereka berhasil? apakah Ratu jahat meracuni Snow White dan akhirnya tertidur seperti di dongeng? bagaimanakah kisah cinta Snow White? Menarik untuk dsaksikan.

  • The Standouts

In My Opinion, akting Charlize Theron sebagai ratu jahat Revenna benar benar memukau. Ia mampu menghipnotis kita semua melalui raut muka, sikap dan penjiwaannya. Ketika scene pertamanya muncul yaitu saat ia ‘disekap’ dan ditolong oleh raja Magnus, saya langsung jatuh cinta dengan kecantikannya. Ia memiliki andil yang besar membuat film ini enak ditonton.

Kristen Stewart menurut saya Lumayan. Ia masih saja mempertahankan raut muka Bella Swan yang terkesan dull atau datar biarpun ia berada dalam adegan peperangan atau keracunan (spoiler alert!). Saya memberi apresiasi tersendiri kepadanya yang telah berusaha dengan keras karena memang tidak mudah melepas sesuatu yang teah identik dengan kita. Oya demi peran ini Kristen harus merubah logatnya menjadi British dan menghilangkan phobianya kepada kuda. I salute you !

Chris Hemsworth juga tidak berada pada performa terbaiknya. Sosok Thor memang sulit dihilangkan darinya. Pria bertubuh besar ini seperti ekspektasi memerankan sosok Huntsman (pemburu) dengan cukup baik walaupun tidak istimewa.

*

Image

Revenna Charlize Theron

  • The Pros and Cons

Dunia magis yang diciptakan Rupert Sanders menurut saya benar benar exceptional. Bagaikan Alice in Wonderland versi Tim Burton, dunia Snow White ini gelap dan indah. Jangan harap film ini akan membuat anda tertawa seperti Mirror Mirror, karena film ini termasuk film dark moody yang kental. Peran 8 kurcaci disini juga dibuat ‘lebih’. Mereka bisa bertarung dan dengan setia mendukung Snow White dalam segala kondisi. Tema yang diangkat pun bisa dibilang cukup unik, seorang princess petarung yang ingin mendapatkan kembali kerajaannya. Proses pengambilan gambar oleh Rupert Sanders pun bisa diacungi jempol, suasananya dibuat mirip shooting gambar The Tree of Life yang menyajikan gambar yang sangat detail.

Beberapa hal yang agak mengganggu saya adalah bahwa film ini terkesan datar dari pertengahan hingga akhir. Hal ini saya rasa karena score yang dipakai kurang greget walau menggaet Florence and The Machine pada soundtrack. Peran Raja Magnus sangatlah kurang pada film ini. Seharusnya ia diberi peran yang sedikit lebih berwibawa mengingat rakyatnya bersedia mati demi kesetiaanya pada raja.  Akhir cerita yang menurut saya agak klise juga menambah daftar Cons pada film ini.

*

Image

  • Is It Worth It?

Yes it is. Jangan tunggu DVD nya untuk menonton film ini. Suasana bioskop layar lebar dan sound yang besar akan membuat anda merinding dengan keindahan dunia Snow White. Walaupun agak datar, adegan peperangannya cukup enak ditonton.

Saya akan memberi 3 bintang untuk film ini.

Snow White and The Huntsman 3 out of 5 Stars

Sumber:

Wikipedia

Cinemags

Iklan

2 pemikiran pada “Review : Snow White and The Huntsman (Bhs Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s